
Aku bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan di rumahku dan kenapa dia datang kesini.
“Berhenti! Tega sekali anda mengikat anak kecil.” Ucap si pria misterius dengan nada yang cukup tegas.
Si dokter membalikkan badan melihat kepada seseorang yang berbicara. Alangkah terkejutnya si dokter melihat seseorang yang sedang berdiri di ambang pintu, ekspresi wajah si dokter berubah seketika dari yang awalnya telihat serius berubah dengan menampakkan wajah yang sangat tegang dan ketakutan.
“Apa yang anda lakukan disini?” Ucap si dokter dengan nada gemetar.
Si pria misterius itu mulai menginjakkan kaki dan melangkah masuk ke dalam rumah lantas tidak hanya diam begitu saja di ambang pintu. Tatapannya serius menatap ke arah dokter adikku. Kulihat bibir si pria misterius itu berkomat-kamit membacakan sesuatu yang aku pun tidak tahu apa. Ekspresi si dokter makin menjadi tak karuan, ia menjauh dari si pria misterius. “Arghhhhh hentikan!” Teriak si dokter sambil menutup kedua telinganya.
Tiba-tiba tubuhku ditarik mundur oleh Lian untuk menjauh dari si pria misterius, dokter, dan adikku. Begitu pun dengan yang lainnya.
“Dia pamanku, dia dapat menyelesaikan masalah ini.” Ucap Lian memberitahu padaku.
Sontak aku terkejut terheran-heran dan tak menyangka atas apa yang dikatakan Lian. Ternyata pria misterius yang aku curigai itu adalah pamannya Lian. Tapi apabila dilihat sekilas, mereka memang terlihat mirip walaupun hanya sebatas paman dan keponakan. Itu artinya si pria misterius bukanlah orang jahat.
Paman Lian alias si pria misterius itu terus berkomat-kamit. Lalu tiba-tiba si dokter pun berubah layaknya adikku. Kulit yang berubah pucat, mata merah menyala, dan gigi taring yang memanjang, juga urat-urat yang menyembul keluar seakan membuatku tak percaya tentang apa yang sedang terjadi.
“Punya urusan apa anda dengan saya?!!!” Teriak si dokter dengan marah dan nada yang meninggi.
“Justru anda yang punya urusan apa dengan bangsa kami?!” Jawab pamannya Lian disambung dengan melanjutkan komat-kamitnya.
“Bukan urusanmu! Manusia ini telah mempersekutukan Tuhanmu! Manusia ini milikku sekarang! HAHAHAHAHAHAH!!! ” Ucap dan tawa si dokter yang sedang dirasuki.
Sampai-sampai seisi rumah bergetar. Benda-benda kecil seperti vas bunga dan hiasan yang ada di ruang tamu tiba-tiba melayang. Angin berhembus kencang dari luar disertai percikan air hujan menerjang jendela hingga membuat jendela yang sudah tertutup seketika terbuka. Suasana semakin serius dan semakin mencekam.
Lalu adikku yang sedari tadi duduk di kursi, tiba-tiba turun dengan kondisi yang masih kesurupan. Ia berjalan ke arah pamannya Lian dan berhenti tepat di depannya.
“Argghhhhh!” Raungan yang sangat kuat dari si dokter membuat barang-barang yang melayang itu meluncur menuju pamannya Lian.
Apa yang akan terjadi pada pamannya Lian?
Apa yang Ais lakukan di depan pamannya Lian?